10 Strategi Pembelajaran Kolaboratif yang Mengasyikkan untuk Diterapkan di Kelas, Ilmu Guru Wajib Dikuasai!

Bagi Bapak/Ibu Guru, istilah pembelajaran kolaboratif sudah bukan hal asing lagi. Kolaborasi bukan hanya menjadi nilai utama dalam penerapan Kurikulum Merdeka, tetapi juga merupakan langkah untuk memperkuat profil pelajar pancasila atau P5.

Apa sebenarnya pembelajaran kolaboratif?

Ini adalah bentuk pembelajaran di mana siswa ditempatkan dalam kelompok dengan latar belakang dan kemampuan yang beragam untuk mencapai tujuan bersama. Setiap anggota kelompok memiliki tanggung jawab terhadap rekan-rekannya. Mereka berbagi peran, tugas, dan tanggung jawab guna mencapai kesuksesan bersama. Peran guru di sini adalah sebagai fasilitator, memberikan dukungan tanpa mengarahkan kelompok ke hasil yang telah ditentukan sebelumnya.

Pembelajaran kolaboratif mampu melatih siswa untuk menghargai keberagaman dan memahami perbedaan individual. Siswa belajar dan bekerja sama dengan individu yang memiliki karakteristik dan pandangan yang berbeda. Dengan demikian, mereka mengembangkan kemampuan komunikasi interpersonal yang esensial untuk beradaptasi dengan berbagai lingkungan sosial. Terutama, di dunia kerja nanti, keterampilan kolaboratif sangat diperlukan.

Berikut adalah beberapa strategi menarik pembelajaran kolaboratif yang dapat diterapkan oleh Bapak/Ibu Guru di kelas:

Belajar Bersama

Dalam strategi ini, Bapak/Ibu dapat secara acak membentuk kelompok-kelompok siswa dan memberikan tugas atau studi kasus. Setiap kelompok bekerja sama untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Pembagian tugas ditentukan oleh masing-masing kelompok, dan hasilnya dapat berupa laporan tertulis atau presentasi di depan kelas.

Turnamen Permainan Tim

Setiap kelompok siswa dapat menentukan perwakilan terbaik dari kelompok mereka. Perwakilan ini akan berkompetisi dalam menjawab pertanyaan dan menyelesaikan misi yang diberikan. Bapak/Ibu Guru dapat menyajikan pertanyaan kuis atau permainan yang mengasah ketangkasan dan kreativitas siswa.

Investigasi Kelompok

Semua anggota kelompok bertanggung jawab untuk merencanakan penelitian dan merancang pemecahan masalah. Pembagian peran ditentukan oleh kelompok masing-masing, dan penilaian didasarkan pada proses dan hasil kerja kelompok.

Kontroversi Akademik-Konstruktif

Strategi ini fokus pada pembelajaran studi kasus atau penyelesaian masalah. Setiap kelompok harus memiliki argumen, solusi, dan alasan logis yang dapat dipertahankan. Penilaian didasarkan pada kemampuan individu dan kelompok dalam mempertahankan posisi mereka.

Prosedur Jigsaw

Bapak/Ibu dapat memberikan tugas atau kasus yang berbeda kepada setiap anggota kelompok, tetapi masih dalam satu topik. Setelah itu, kelompok harus menjawab tes yang mencakup seluruh topik materi. Penilaian didasarkan pada rata-rata skor tes kelompok.

Divisi Prestasi Tim Siswa

Dalam strategi ini, anggota kelompok saling belajar dan mengajarkan satu sama lain. Keberhasilan individu memengaruhi keberhasilan kelompok, dan sebaliknya. Penilaian didasarkan pada pencapaian hasil belajar individu dan kelompok.

Instruksi Kompleks

Strategi ini fokus pada pembelajaran berbasis proyek yang berorientasi pada penemuan, cocok untuk mata pelajaran IPA, IPS, dan matematika. Penilaian didasarkan pada kinerja dan hasil kerja kelompok.

Instruksi Percepatan Tim

Bapak/Ibu Guru dapat memberikan soal-soal kepada setiap anggota kelompok untuk dikerjakan secara mandiri. Setelah itu, penilaian dilakukan bersama-sama dalam kelompok. Siswa yang berhasil melalui tahap pertama dapat melanjutkan ke tahap berikutnya, sementara yang belum berhasil harus menyelesaikan soal pada level yang sama. Penilaian didasarkan pada hasil belajar individual dan kelompok.

Struktur Pembelajaran Kooperatif

Dalam strategi ini, Bapak/Ibu dapat membentuk pasangan siswa yang saling bertanya dan menjawab. Aturan, topik pertanyaan, dan poin permainan ditentukan oleh Bapak/Ibu. Setelah periode tertentu, kedua siswa dapat bertukar peran.

Bacaan dan Komposisi Terpadu Kooperatif

Tipe ini menekankan pembelajaran membaca, menulis, dan tata bahasa. Siswa dapat saling menilai kemampuan membaca, menulis, dan tata bahasa dalam kelompok.

Demikianlah penjelasan mengenai strategi pembelajaran kolaboratif. Dari kesepuluh strategi tersebut, manakah yang paling menarik dan sesuai dengan kebutuhan siswa Bapak/Ibu Guru?

Leave a Comment